Kurang Sehari, Duel Chris John-Asiku Batal
JAKARTA - Dunia tinju profesional Indonesia tercoreng. Rencana pertarungan pilihan (choice) juara dunia kelas bulu (57,1 kg) versi WBA, Chris John melawan Jackson Asiku, yang seharusnya digelar nanti malam (27/7) di Dufan, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, batal terlaksana.
Padahal, seluruh perangkat pertandingan, terutama ofisial yang ditunjuk WBA seperti supervisor, wasit, dan hakim, sudah siap melaksanakan tugasnya.
Pembatalan itu pun dilakukan mendadak. Supervisor pertarungan gelar tersebut, Alan Kim dari Korea Selatan, memutuskan pertarungan gelar dibatalkan. Alasannya, supervisor yang ditunjuk WBA tersebut sudah memberikan perpanjangan waktu hingga dua jam dari jadwal yang telah ditentukan pukul 16.00 untuk acara timbang badan. Perangkat timbang badan juga sudah disiapkan di tempat.
Tapi, hingga pukul 18.00, kedua petinju itu tidak muncul dalam acara tersebut. Perpanjangan waktu dua jam itu sesuai peraturan pertandingan di WBA untuk memberikan kesempatan kepada petinju yang belum masuk ke bobot ideal di kelas bulu. Tidak jelas apakah kedua petinju itu memang belum masuk ke bobot ideal atau tidak, sehingga mereka tidak melakukan timbang badan.
Yang jelas, dengan tidak hadirnya kedua petinju tersebut dalam acara timbang badan hingga batas waktu yang telah ditentukan, supervisor WBA pun langsung memutuskan bahwa pertarungan Chris John melawan Asiku tidak bisa dilaksanakan. Namun, sebelum pembatalan tersebut, ada kesepakatan untuk menunda pertarungan hingga November mendatang.
Tentang penundaan itu, Kim tidak bisa memutuskan. Begitu pula apakah pembatalan pertarungan tersebut otomatis akan berakibat dicabutnya gelar Chris John atau tidak. Sebab, keputusan finalnya ada di pihak WBA. ''Semua kejadian terkait dengan pembatalan pertarungan ini akan saya laporkan ke WBA,'' jelasnya.
Sebelum pembatalan pertarungan tersebut, Kim menjelaskan bahwa gelar Chris John akan dicabut, jika satu-satunya petinju juara dunia milik Indonesia tersebut tidak hadir dalam acara timbang badan. Atau, gelarnya juga akan dicabut jika berat badan Chris John melebihi bobot ideal. Hal itu bisa dilakukan jika lawannya, Asiku, hadir dalam acara timbang badan dan berat badannya masuk dalam bobot ideal.
Yang terjadi kemarin, kedua petinju tidak hadir dalam acara tersebut. Padahal, sebelum jadwal timbang badan berakhir, Chris John dan Craig Cristian, manajer yang juga pelatih Chris John, sudah hadir di Gedung Belagio di Mega Kuningan, Jakarta. Chris John mengenakan training park merah putih dan topi berwarna yang sama.
Craig sudah berada di lokasi timbang badan. Tapi, Chris John justru tidak bersama dirinya. Diduga, Chris John juga punya kelebihan berat badan, sehingga tidak hadir di lokasi.
Tapi, Zaenal Tayeb, pemilik Sasana Mirah Silver, Bali, yang selama ini sering membantu Chris John tak setuju jika ketidakhadiran Chris John dalam acara timbang badan itu dinilai akibat masalah overweight. ''Saya sangat kenal Chris John. Dan tadi saya juga bertemu dia. Kondisi fisiknya tidak berbeda dari dulu. Pipinya sampai terlihat kurus. Nggak mungkin dia kelebihan berat badan. Dia tidak mau timbang badan karena faktor lain,'' tegasnya.
Promotor Soeryo Goeritno mengaku sangat kecewa atas pembatalan tersebut. Apalagi, pembatalan itu dimungkinkan hilangnya sabuk juara dunia yang sudah sembilan kali dipertahankan Chris John. Sesuai ketentuan peraturan pertandingan WBA, pembatalan pertarungan bisa berakibat dicabutnya gelar juara bagi petinju bersangkutan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar